RSS

Permen Karet bikin Sendawa (terap)?

22 May

Permen karet
Karena fungsinya yang bisa membersihkan gigi, permen karet jadi sering dikunyah. Padahal, permen karet bisa menyebabkan sendawa. Ketika mengunyah permen karet, mulut jadi lebih sering terbuka dan menghirup udara lebih banyak. Jika memiliki masalah sendawa yang terlalu sering, hindarilah permen karet.

Manfaat mengunyah permen karet:
1. Menyegarkan bau mulut, terutama bagi yang suka mengonsumsi makanan beraroma keras seperti bawang merah dan bawang putih. Permen karet sangat efektif untuk menetralisir bau tersebut.

2. Permen karet dapat melekat erat, sehingga dapat membersihkan sisa-sisa makanan pada permukaan gigi. Sering mengunyahnya dapat meningkatkan produksi air liur yang dapat membersihkan rongga mulut dan gigi dengan lebih baik, sehingga resiko terbentuknya plak-plak gigi dapat dikurangi.

3. Ketika mengunyah permen karet, rongga mulut berulang-ulang melakukan gerakan menggigit, ini memperlancar aliran darah di bagian wajah, dan juga melatih otot-otot untuk mengunyah dan menggigit.

Hasil penelitian seorang ahli dari Amerika, mengunyah permen karet setiap hari selama 15 menit dapat bermanfaat bagi kecantikan.

Image

Image

Semua orang pasti pernah bersendawa. Itu adalah cara tubuh mengeluarkan kelebihan udara yang tertelan atau gas di perut. Salah satu penyebabnya adalah konsumsi permen karet.

Laman Life Science menuliskan, saat mengunyah permen karet, seseorang tanpa sadar lebih sering menelan udara. Pemanis buatan semacam sorbitol yang biasa dipakai untuk permen karet juga meningkatkan produksi gas pemicu sendawa.

Setiap orang memproduksi 0,125 sampai 0,5 galon gas setiap hari di tubuhnya. Sebagian besar gas terbentuk dari oksigen, karbon dioksida, dan nitrogen yang tertelan bersama udara. Fermentasi makanan dalam usus besar juga menghasilkan gas hidrogen dan metana. Selain sendawa, gas yang terbentuk di dalam tubuh dikeluarkan lewat kentut.

Mengurangi sendawa bisa dilakukan dengan makan dan minum secara perlahan untuk meminimalkan udara yang tertelan. Hindari minuman berkarbonasi dan beralkohol karena akan melepaskan gas karbondioksida di dalam tubuh. Hindari pula merokok dan minum dari sedotan.

Hindari juga makanan mengandung gas seperti kacang-kacangan, bawang, brokoli, kembang kol, asparagus, pir, apel, buah persik, plum, roti gandum, dan es krim. Makanan berlemak juga sebaiknya dikurangi karena lemak memperlambat pencernaan sehingga memberi waktu lebih banyak makanan untuk berfermentasi.

Gas yang menumpuk di dalam lambung dan usus biasanya akan menunjukkan gejala perut kembung jika tak segera keluar lewat sendawa atau kentut. Pada kondisi tertentu akan menimbulkan rasa yang tidak nyaman, bahkan sakit tak tertahankan gara-gara tak bisa sendawa atau kentut.

(cr: berbagai sumber)

 
Leave a comment

Posted by on 2012/05/22 in Let's know

 

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: